Wednesday, August 2, 2017

Cikal Bakal Transmigrasi Di Pewisoa Jaya



ilustrasi transmigrasi 

Jumat lalu 28/07/2017, saya mengunjungi sebuah desa kecil yang bernama Pewisoa Jaya. letak desa ini berada Di kecamatan Tanggetada Kab. kolaka, Provinsi Sulawesi tenggara.

Untuk menuju kesana tidak begitu mudah karena dibutuhkan 1 setengah jam perjalanan dari pusat kota Kolaka melalui poros utama hingga melewati medan yang berlumpur dan berlubang.

Kunjungan saya kesini baru pertama kali dan bukan untuk bersenang-senang atau berlibur namun, untuk menghadiri pemakaman mertua dari kakak teman saya yang meninggal pada hari itu juga setelah dikabarkan sakit selama berhari-hari.

Dibalik pengalaman ini saya tidak terlalu jauh menceritakan bagaimana kepribadian almarhum yang dikenal lingkungannya sebagai sosok Pria tua baik, penyayang keluarga, pekerja keras dan panutan anak muda disana. melainkan yang menjadi catatan saya adalah keberadaan orang-orang Lombok, Nusa tenggara barat yang memenuhi rumah duka beliau ketika tahlilan.

Muncul pertanyaan-pertanyaan dibenak saya "Wowww !!!, loh kok bisa?, sejak kapan dan bagaimana?"

Karena penasaran saya lalu bertanya pada salah satu warga. jawabannya adalah "Transmigrasi". dia menambahkan bahwa orang lombok banyak mendiami Kolaka bagian selatan khususnya Desa Pewisoa Jaya sejak tahun 80an.

Tak hanya itu, Jawa dan Sumatera juga termasuk Transmigran yang ada di Kolaka. Ini dibenarkan berbagai sumber surat kabar online dan media sosial yang membahas mengenai "transmigrasi" di Sulawesi Tenggara.





ilustrasi;gelombang transmigran

Transmigrasi adalah Program yang dibuat oleh pemerintah untuk memindahkan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk (kota) ke daerah lain (desa) di dalam wilayah Indonesia. dengan tujuan mengurangi kemisikinan, kepadatan penduduk dan mendorong sektor pertanian produktif hingga pengembangan wilayahid.m.wikipedia.org

Setiap KK (kepala keluarga) di sediakan rumah layak huni secara Gratis dan lahan perkebunan/pertanian yang mencapai 2 hektar yang meliputi 1 hektar lahan pekarangan dan 1 hektar lahan usaha tani. fasilitas tersebut dapat berganti hak milik jika Transmigran sudah mendapat sertifikat dan tinggal selama 3-5 tahun.

Provinsi Sulawesi tenggara tiap tahunnya menerima transmigran, dan tahun ini ada sekitar 150 kepala keluarga (KK) transmigran yang masuk di Sultra. Mereka berasal dari D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. dengan rincian Kab. muna barat 50(KK), Konawe 50(KK) dan Kolaka Timur 50(KK). sedangkan di Kab. Kolaka tahun 2017 ini tidak ada kuota transmigran.

Untuk diketahui, saat ini jumlah keseluruhan warga transmigran di Sultra sebanyak 513 KK, jumlah tersebut 270 KK adalah transmigran penduduk setempat (TPS) dan 242 KK dari transmigran penduduk asal (TPA).

Ada tujuh kabupaten lokasi permukiman transmigrasi, Konawe Utara (Konut) 75 KK terdiri dari 38 KK TPS dan 37 KK TPA, Konawe 75 KK terdiri dari 45 KK TPS dan 30 KK TPA dan Kolaka sebanyak 50 KK terdiri dari 25 KK TPS dan 25 KK TPA.

Selanjutnya Kebupaten Kolaka Timur (Koltim) sebanyak 74 KK terdiri dari 47 KK TPS dan 27 KK TPA, Muna sebanyak 50 KK terdiri dari 25 KK TPS dan 25 KK TPA, Buton sebanyak 70 KK terdiri dari 30 KK TPS dan 40 KK TPA dan Konawe Selatan (Konsel) sebanyak 118 KK terdiri dari 60 KK TPS dan 58 KK TPA.

ilustrasi transmigrasi

2015 lalu Kab. Kolaka menerima transmigran sekitar 50 (KK) dari luar dan dalam Sulawesi termasuk yang berasal dari Lombok, Nusa tenggara barat dan disebar kebeberapa Desa di Kecamatan yang ada di Kab. kolaka termasuk Desa Pewisoa jaya.

Saat ini warga bersama Transmigran lainnya hidup rukun saling berdampingan dengan suku asli Kolaka yang berada di Desa Pewisoa jaya. setiap hajatan, atau gelaran acara selalu diramaikan oleh masyarakat sebagai tanda persatuan dan solidaritas mereka.

Selain dapat mengembangkan produktivitas usaha tani pertanian/perkebunan warga juga selalu mempunyai inovasi dengan variasi jenis tanaman baru hingga tingkat keberhasilan cemerlang.

Keberadaan orang-orang lombok berstatus transmigran yang mendiami desa Pewisoa jaya seperti menyulap hutan menjadi sebuah lahan baru berkat kemampuan yang mereka miliki. tentu saja dampak positif untuk Kab. kolaka sangat berpengaruh dibidang pertanian.

Jadi tak heran jika sampai hari ini Kab. kolaka masih menjadi pilihan untuk bertransmigrasi, menilik potensi sumber daya alamnya yang memerlukan orang-orang terampil dan sukses didaerahnya. karena untuk menjadi Transmigran dibutuhkan keterampilan yang mempuni agar bisa didaftarkan.

Itulah jawaban dari asal muasal kedatangan orang Lombok di Desa Pewisoa jaya beserta pendatang lainnya yang tergabung dalam Transmigran.
Nah info ini berguna lo buat yang lain, karena yang namanya Transmigrasi semua daerah tiap tahunnya selalu didatangi penduduk baru dari daerah lain yang mengalami kepadatan dan kelebihan tenaga kerja

kabupaten kolaka

salam sob, semoga bermanfaat.

kutipan; Jurnaltenggara.com m.antarasultra.com www.hariansultra.com zonasultra.com wikipedia.org liputan6.com dalduksulbar.com