Sobat Arka, Melihat Timnas Indonesia berlaga dikancah Internasional sungguh menjadi sebuah mimpi bagi semua pecinta sepak bola se-Nusantara. pernah nangkring di Peringkat 87 di tahun 1998 hingga 2002, harusnya mampu membuat Indonesia lebih maju dan bersaing dipercaturan sepak bola dunia. namun entah apa yang terjadi sejak tahun 2004, Peringkat sepak bola kita semakin merosot keluar dari 100 besar dunia hingga saat ini. sungguh menyakitkan yah!
Pekan lalu 07/08/2017, FIFA melalui situs resminya mengeluarkan daftar Peringkat Agustus bulan ini. Perengkuh Piala Konfederasi 2016 Jerman, harus merelakan posisi puncaknya pada Peraih Piala dunia terbanyak, Brasil. sementara Indonesia stagnan di Peringkat 175 Dunia. dan pada september mendatang Friendly match kontra FIJI diharapkan mampu memperbaiki posisi Sang Garuda.
Peringkat 175 menjadi yang terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. banyak yang mengklaim bahwa kondisi ini merupakan imbas dari pembekuan FIFA mei 2015 lalu. padahal setelah keluar dari sangsi tersebut, Timnas kita sempat berbicara pada Piala AFF 2016 Meski dipartai Final kalah dari determinasi Thailand.
Pasca bebas dari Hukuman FIFA, Indonesia melakukan revolusi besar-besaran di tubuh PSSI hingga terpilihlah Edy rahmayadi sebagai Ketua untuk masa bakti 2016-2022. Alfred riddle yang gagal membawa Timnas ke Final AFF pun diganti dengan Nama besar Sekaliber Luis Milla. catatan menterang di semat oleh mantan pemain Barcelona, Valencia dan Real Madrid tersebut dengan membawa Spanyol merengkuh Juara U-21 tahun 2011 silam.
Perhatian publik sepak bola kita kembali di hadapkan dengan euporia Timnas usai PSSI dikabarkan mengontrak pelatih Berpengalaman Luis Milla. tak mau sekedar bicara, Edy Rahmayadi membangkitkan sepak bola Nasional dengan mencari bibit baru pemain luar negeri yang memiliki garis keturunan Indonesia untuk dinaturalisasi. tujuannya agar Milla nantinya lebih mudah merangkai para pemain pilihannya.
Hari yang ditunggupun terjadi. Pada tanggal 20 Januari 2017 Luis Milla aspas resmi arsiteki Indonesia dengan menandatangani Kontrak selama 2 tahun. tugas yang diembannya adalah membawa Timnas senior dan Timnas U-22 meraih Emas Sea Games dan Asian Games. tak sampai disitu, Perombakan pelatih usia muda juga terjadi saat Mantan pemain Timnas Fachry husaini didapuk melatih U-16 dan Indra sjafri dipercaya kembali melatih U-19 dengan target yang berbeda. Untuk Timnas U-22, Luis Milla langsung diperhadapkan pada turnamen Kualifikasi Piala Asia 2017.
Pada perhelatan ini Milla mengawalinya dengan hasil yang buruk tapi mengesankan. buruknya, Milla tak dapat membawa Timnas U-22 lolos ke Putaran Final Januari 2018 mendatang di Beijing China. pasalnya, Indonesia hanya berada di posisi 3 dengan 1 kali menang 1 kali imbang dan 1 kali seri. kalah bersaing dengan Malaysia juga Thailand yang menempati posisi 1 dan 2. komentar pedas buat Mila sempat melayang di Media Sosial saat laga debut kontra Malaysia. Dimana Neters mengomentari Tidak turunnya Hansamu yama dan Evan dimas dimenit awal pertandingan sehingga Indonesia kalah 0-3.
Yang Mengesankan adalah ketika di pertandingan ke-2 melawan Mongolia, Milla melakukan rotasi dan tak tanggung-tanggung 7 pemain dimasukkan termasuk Evan dimas dan Hansamu yama.
hasilnya Saddil cs memasukkan 7 gol tanpa ampun ke gawang Mongolia. strategi jitu tersebut berhasil memberikan 3 poin untuk Sang Garuda. tapi sayangnya hasil baik itu tak bisa diteruskan saat menghadapi Thailand. bermain di Stadion Nasional bangkok, Timnas kita dipaksa bermain imbang sampai akhir laga.
Walaupun gagal lolos pada babak Kualifikasi Milla patut diacungi Jempol berkat tangan dinginnya mempermalukan Mongolia 7-0 serta menahan tuan rumah Thailand dipartai pamungkas. Sungguh membanggakan ketika Timnas kita mampu menahan laju Tim gajah putih yang mempunyai segudang pengalaman bermain di level Internasional.
Kesempatan untuk bermain Di Level Asia U-22 memang sudah tertutup tapi mimpi Indonesia menjadi Tuan rumah Piala Asia masih sangat terbuka. lewat Situs resmi AFC, Indonesia ditunjuk menjadi Tuan rumah Piala Asia 2018 U-19 setelah melalui banyak pertimbangan sebelumnya. ini merupakan kabar gembira karena peluang lolos Ke Piala Dunia U-20 terbuka lebar jika Tim U-19 masuk 4 besar meski tak meraih Juara Asia.
Kembali soal Timnas U-22. Kamis, 11 Agustus kemarin PSSI Resmi melepas Garuda Muda menuju Sea Games. disela-sela acara, Ketua PSSI Edy Rahmayadi mengirim sinyal Pemecatan jika Luis Milla gagal membawa pulang Emas ke Indonesia. tak ada salahnya jika melihat ambisi Pangkostrad ini berhubung sepak bola adalah Cabang yang paling populer dan Indonesia sudah lama tak Juara sejak Sea Games 1987 & 1991 silam.
Tergabung di Grup B bersama Timor leste, Kamboja, Vietnam, Filipina dan Thailand, Indonesia disebut-sebut berada di Grup Neraka. menjawab Target PSSI, Milla menanggapi santai dengan mengatakan akan mengeluarkan kemampuan dan tenaga anak asuhnya untuk bermain semaksimal mungkin agar mencapai taget tersebut.
Apa yang di inginkan PSSI adalah Amanat Dari pecinta sepak bola tanah air ditengah rindunya Indonesia dengan sebuah gelar Internasional. merengkuh Medali Emas adalah prioritas setiap atlit yang berlaga termasuk atlit sepak bola. suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia jika berhasil memperoleh medali ini karena mereka membawa Nama baik Indonesia. hal ini di akui Milla saat Jumpa pers senin 14/08/2017 kemarin.
Di laga perdana Saddil Cs akan kembali menjamu kekuatan tangguh Asia tenggara yaitu Thailand yang sempat mereka tahan 0-0 pada kualifikasi Piala Asia lalu. sementara itu kubu Thailand sudah merasa gusar dengan semangat Indonesia yang menggebu-gebu mengalahkan mereka. satu nama mantan Bomber Jong Ajax yang baru saja selesai Trial di West ham United menjadi perhatian pelatih Morrawoot srimaka dan meyakini takkan memberikan ruang tembak buat Pemain berdarah manado tersebut.
Jika Milla berhasil merebut Medali Emas tentu takkan mendongrak Peringkat Garuda Muda di Daftar FIFA karena masih berusia dibawah 22 tahun bukan Senior. tapi satu yang pasti, dengan hasil ini kepercayaan diri para pemain di Ulang Tahun Indonesia ke-72 tahun ini menjadi motivasi para pemain memenangkan pertandingan. seperti yang terjadi di Kancah internasional, saat pemain terdahulu pernah mengukir sejarah lolos ke Piala Dunia walaupun saat itu negara kita masih bernama Hindia belanda. dan yang paling perlu dicatat adalah, kemenangan ini juga menjadikan Luis Milla tetap dipertahankan dan akan terus melatih Indonesia.
Sobat ARKA, mari optimis dan satukan tekad membara dengan mendoakan Garuda muda sore nanti. selasa, 15/08/2017 Pkl.16:00 Wita dimana Indonesia akan melawan Thailand. laga ini disiarkan langsung oleh Tv swasta, SCTV.
Prediksi saya Indonesia mampu menundukkan kedigdayaan Thailand karena Saddil cs dipercaya akan benar-benar berjuang mati-matian di laga ini. yakin saja bahwa Kemenangan tersebut nantinya diklaim sebagai kado Istimewa buat Bangsa Indonesia di Hari Kemerdekaan ini.
Bravo Timnas !!!
Jadwal Timnas di Sea games Malaysia 2017